Slogan : Lindungi Flora & Fauna, Yes....!

Selasa, 13 Desember 2011

Berkenalan Dengan Burung Gagang-Bayam Timur

Kalau burung yang satu ini kamu sudah kenal belum?
Hah, masa sih kamu belum kenal! Ya sudah, aku kasih tau
Burung ini bernama BURUNG GAGANG-BAYAM TIMUR, burung ini adalah burung yang memiliki ukuran panjang tubuh sekitar 37 cm. Spesies dari famili Recurvirostridae ini merupakan burung yang biasa hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil.
Sekarang kita pelajari, di mana sih habitat burung ini? OK! Aku jelasin. Habitat burung yang mempunyai spesies H. himantopus (disputed) ini, adalah di rawa payau, rawa tawar, danau dangkal, tepi sungai, sawah, beting lumpur, dan tambak garam. Di habitatnya, burung gagang-bayam timur ini suka sekali memakan invertebrata kecil.
Selanjutnya, kita pelajari cara berkembang biaknya, ya! Tenang, aku akan jelasin dengan ikhlas, he 3x. Burung ini berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Musim berkembang biak burung ini terjadi pada sekitar bulan Mei-Agustus, ia akan bertelur sebanyak 3-4 butir.
Nah, kalau kamu ingin melihat burung ini di alamnya, kamu harus tau ciri khusus yang dimiliki burung ini dulu, biar enggak keliru sama burung yang lain. Nih, ciri khususnya :

1) Bulu berwarna hitam dan putih.
2) Kaki panjang berwarna merah jambu.
3) Kepala dan tubuh putih, sedangkan sayap, tengkuk, leher belakang berwarna hitam.
4) Iris berwarna merah jambu.
5) Paruh berwarna hitam.
Sekarang sudah paham, kan! Kalau enggak paham kamu sungguh ‘TERLALU’, ntar dimarahin bang Roma, loh. He..he..he..
Baca selengkapnya....

Senin, 12 Desember 2011

Tanaman Tangan Buddha

Bapak-bapak/Ibu-ibu serta teman temanku setanah air Indonesia, aku mau tanya, kamu ingin berkenalan dengan salah satu tanaman yang unik ini gak? Namanya tangan Buddha. Eits, bukan berarti tangannya patung buddha yang ada dicandi-candi itu, lho. Tapi, benar-benar tanaman. Penasaran ya? Ini dia artikelnya.
Jangan kaget, ya. Buah ini masih sekeluarga dengan jeruk, lho. Tapi, kok bentuknya nggak ada mirip-miripnya ya sama jeruk. Soalnya, buah ini berbentuk jari-jemari sebuah tangan dalam posisi setengah terbuka. Jumlah jarinya beragam, mulai dari 5 sampai 25 jari. Katanya sih, kalau pemilik kebun mendapatkan buah dengan jumlah jari yang semakin banyak, maka pemilik kebun itu akan semakin beruntung. Duh, ada-ada saja!


Jari jemari yang dimiliki oleh buah yang memiliki nama latin Citrus medicavar.sarcodactylis itu, sebenarnya kulit buah yang sangat tebal dan berbenjol-benjol. Benjolan itu tersusun rapi membentuk jari tangan yang setengah terbuka. Ada banyak julukan nih, buat si tangan buddha ini, antara lain : tangan dewa, kuku macan (Aceh), bushukan (Jepang), hiong-I (Cina & Myanmar), dan julukan-julukan yang lainnya.
Pohon tangan buddha merupakan pohon perdu. Batangnya panjang, tidak beraturan, dan memiliki banyak duri. Daunnya besar berwarna hijau muda. Bunganya berwarna putih, harum baunya. Tangan buddha hampir tidak memiliki daging. Bahkan, bijinya pun kadang tak ada. Hampir keseluruhan isinya hanya berupa kulit. Kulit ini banyak mengandung minyak atsiri sehingga baunya sangat tajam. Banyaknya kandungan atsiri juga membuat buah ini getir rasanya.
Meski tak bisa dimakan langsung, tangan buddha banyak manfaatnya: Jika “jemari” buah ini dipotong lalu diiris, kita bisa menggunakannya sebagai pengharum ruangan atau pengharum pakaian, Jika irisan buah itu dikeringkan, bisa manjadi obat, Bisa dijadikan manisan sukade untuk hiasan kue. Cake bertabur sukade rasanya, yummy....., Dengan bentuknya yang cantik itu, bisa juga dijadikan sebagai penghias ruangan. Itung-itung gantiin vas bunga jadi vas tangan buddha. He..he..he...
Nah, udah gak penasaran lagi, kan. Ini gak bermaksud mencela orang yang beragama buddha, kok. Kan memang ada tanamannya. Ingat semboyan Indonesia “BHINNEKA TUNGGAL IKA” artinya walaupun berbeda-beda tetapi tatap satu juga.
Baca selengkapnya....

Sabtu, 11 Juni 2011

Keunikan dari Binatang Kukang

Apakah kamu tahu keunikan dari hewan kukang? Ada 6 :
             Yang pertama, Malas dan suka bersiul. Penjelasannya : Jalan pelan sekali. Tangannya juga bergerak sangat pelan. Apalagi, pada saat mulutnya mengunyah makanan. Kalau lihat kukang rasanya gak sabar, deh. Sifat malas dari kukang disebabkan proses kimia dalam tubuhnya yang lambat. Di habitat aslinya, yaitu di daerah Hutan Tropis Asia Tenggara, hewan yang mempunyai nama latin Nycticebus pygmaeus ini,  juga dikenal hewan yang berisik. Karena kukang suka bersiul ramai saat mencari makanan, memanggil temannya, atau menyampaikan kabar ke temannya.
             Yang kedua, Kacamata palsu. Penjelasannya : Banyak orang ingin memelihara kukang karena lucu. Bulunya tebal. Cengkeraman tangannya yang kuat. Kacamata palsu itu membuat mata kukang yang kecil menjadi tampak besar. Uniknya lagi, di saat gelap gulita, mata kukang juga bisa menyala berwarna oranye, lo. Keren...
             Yang ketiga, Senjata ludah dan minyak. Penjelasannya : Sepintas lalu, kukang seperti hewan pemalas. Padahal, kukang termasuk hewan yang pintar, lo. Jika diserang, kukang bergelung dan melumuri punggungnya dengan minyak yang keluar dari tangannya. Ia jadi sulit ditangkap karena licin. Selain itu kukang juga punya senjata. Ludahnya beracun bagi binatang lain. Ibu kukang melumuri anaknya dengan ludah agar tidak dimakan ular maupun elang.

             Yang keempat, Jilat-jilat minum. Penjelasannya : Cara minum kukang juga unik, lo. Dia mengambil air dengan tangannya, lalu menjilat-jilat tangannya yang basah.
             Yang kelima, Tidur bergelung. Penjelasannya : Kukang tidur sambil duduk. Kepalanya ditekuk, disembunyikan dikakinya. Kukang jadi mirip bola bila tidur, ya. Kukang tidur terlentang apabila udara sedang panas.
             Dan yang keenam, Bukan kuskus. Penjelasannya : Orang mengira kalau kukang seperti kuskus. Kukang berbeda dengan kuskus. Kukang hewan yang tidak punya ekor. Sedangkan kuskus punya ekor yang panjang. Kukang hidup di malam hari, dan tidak mempunyai kantung. Sedangkan kuskus hidup di siang hari, dan merupakan jenis binatang marsupilami (berkantung). Tapi kukang dan kuskus sama-sama lucu, kok.
             Namun, Kini kukang terancam punah. Penjelasannya : Populasi kukang kian hari kian menurun. Karena banyak orang yang memburunya untuk dipelihara. Keunikan yang dimiliki kukang malah menjadi bencana juga untuknya. Jadi, salah satu jalan keluarnya, jangan memburu kukang lagi, dan jangan merusak tempat hidupnya, ya teman.
Baca selengkapnya....