Hai teman-teman flora-faunaku yang tercinta. Kali ini, aku akan memperkenalkan seekor fauna laut. Soalnya, kalau faunanya fauna darat melulu bosan. Jadi, aku kasih sedikit variasi. Fauna ini tidak kalah kerennya dengan fauna yang lain, namanya Phronima. Pasti fauna ini membuat kalian bertanya-tanya. Apa sih Phronima itu? Nah, ini dia seputar tentang binatang Phronima.
Phronima termasuk kelompok amphipoda, satu keluarga dengan udang. Phronima hidup merayap di dasar lautan yang gelap. Karena itulah, tubuhnya transparan. Sebab, tak pernah tersentuh sinar Matahari. Jika terkena sinar, tubuhnya berkilauan seperti kaca bening.
Makanan phronima adalah salp, binatang kecil seperti drum. Dengan cakarnya yang besar, Phronima terkenal suka mencabik-cabik mangsanya. Meskipun tampaknya galak, binatang ini sayang anak. Phronima betina membutuhkan salp untuk menyimpan telur.
Caranya, ia lubangi tubuh salp dengan cakar yang panjang dan tajam. Ia makan isinya, dan tinggalkan cangkangnya (kulit luarnya). Nah, bangkai salp yang seperti drum kosong itulah yang nantinya digunakan oleh phronima betina untuk meletakkan telurnya. Ibu phronima merawat telurnya dengan hati-hati hingga menetas. Bahkan, ia menjaga bayi-bayinya penuh perhatian. So sweet banget, deh.
Tampang dan perilaku phronima ini menjadi ide tokoh film Alien. Bedanya, alien dalam film digambarkan dalam ukuran besar. Padahal, phronima ukurannya kurang dari satu inchi.
Nah, teman-teman flora-fauna. Sudah tahu kan seputar tentang Phronima ini. Walaupun kalian belum pernah melihat Phronima, tapi minimal kalian sudah tahu seputar tentang binatang ini, kan. Jadi, menurut kalian Phronima itu sayang anak atau galak? Pilih satu saja, ya.
Baca selengkapnya....
Kamis, 12 Juli 2012
Senin, 18 Juni 2012
Kakao Si Uang Cokelat
Hai teman-teman flora fauna, sudah lama nih aku nggak buat artikel lagi. Oke, sekarang ini aku akan memperkenalkan kepada kalian semua tentang pohon coklat. Bagi yang suka sama makanan dan minuman dari bahan cokelat, simak artikel ini dengan cermat ya...!
Ada yang perlu kalian tau, kalau pohon kakao waktu kecilnya sangat ringkih. Bayi pohon kakao harus dinaungi tajuk pohon induknya agar tidak mati kepanasan. Uniknya, setelah dewasa, pohon kakao justru suka sinar matahari yang panas. Ya, pohon kakao hanya tumbuh di daerah khatulistiwa yang panas dan lembab. Kalau tepatnya, habitat asli pohon kakao yaitu di Hutan tropis Amerika. Setelah empat tahun, pohon kakao akan menghasilkan kantong warna-warni di batangnya. Itulah buah kakao yang sangat berharga. Kenapa dikatakan berharga?
Karena buah kakao dianggap seperti emas bagi orang Maya Kuno di benua Amerika. Pada masa itu buah yang memiliki nama latin Theobroma cacao ini, menjadi mata uang, lo. Misalnya, harga satu ekor kalkun sama dengan 2.000 buah kakao. Ketika orang Spanyol pertama kali bertemu suku Maya Kuno, mereka tidak tahu berharganya buah kakao. Konon, orang Spanyol mengambil satu buah kakao. Mereka membelah buah kakao sembarangan. Wuah, melihat itu, orang Maya melotot sampai matanya mau keluar saking marahnya. Kenapa sampai marah gitu ya?
Karena, Orang Maya Kuno menganggap pohon kakao sebagai pohon dewa. Julukan itu diperoleh pohon kakao sebab orang Maya memperoleh minuman yang lezat dari buah kakao. Dari daging buah kakao yang berwarna putih, bisa dibuat minuman segar. Namanya Cacao Criollo. Namun, yang paling berharga adalah biji kakao. Biji kakao bisa dibuat minuman yang lezat. Itulah minuman Xocolatl atau cokelat. Ssst, minuman cokelat pada masa itu hanya diminum raja, bangsawan, dan persembahan bagi dewa. Sementara rakyat jelata lebih suka menukar buah kakaonya dengan barang kebutuhan sehari-hari, seperti jagung, kacang, kalkun, dsb. Tapi kalau zaman sekarang, semua orang bisa meminum minuman cokelat. Jadi ngiler, nih. Hihihi...
Oh ya, hampir lupa. Ada salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh buah kakao ini. Yaitu, ternyata olahan kakao (Cokelat) memiliki zat theobromine yang berguna untuk mengurangi stress, darah tinggi, dan penyakit jantung. Jadi menurutmu, kakao itu berisi uang atau makanan lezat? Baca selengkapnya....
Ada yang perlu kalian tau, kalau pohon kakao waktu kecilnya sangat ringkih. Bayi pohon kakao harus dinaungi tajuk pohon induknya agar tidak mati kepanasan. Uniknya, setelah dewasa, pohon kakao justru suka sinar matahari yang panas. Ya, pohon kakao hanya tumbuh di daerah khatulistiwa yang panas dan lembab. Kalau tepatnya, habitat asli pohon kakao yaitu di Hutan tropis Amerika. Setelah empat tahun, pohon kakao akan menghasilkan kantong warna-warni di batangnya. Itulah buah kakao yang sangat berharga. Kenapa dikatakan berharga?
Karena buah kakao dianggap seperti emas bagi orang Maya Kuno di benua Amerika. Pada masa itu buah yang memiliki nama latin Theobroma cacao ini, menjadi mata uang, lo. Misalnya, harga satu ekor kalkun sama dengan 2.000 buah kakao. Ketika orang Spanyol pertama kali bertemu suku Maya Kuno, mereka tidak tahu berharganya buah kakao. Konon, orang Spanyol mengambil satu buah kakao. Mereka membelah buah kakao sembarangan. Wuah, melihat itu, orang Maya melotot sampai matanya mau keluar saking marahnya. Kenapa sampai marah gitu ya?
Karena, Orang Maya Kuno menganggap pohon kakao sebagai pohon dewa. Julukan itu diperoleh pohon kakao sebab orang Maya memperoleh minuman yang lezat dari buah kakao. Dari daging buah kakao yang berwarna putih, bisa dibuat minuman segar. Namanya Cacao Criollo. Namun, yang paling berharga adalah biji kakao. Biji kakao bisa dibuat minuman yang lezat. Itulah minuman Xocolatl atau cokelat. Ssst, minuman cokelat pada masa itu hanya diminum raja, bangsawan, dan persembahan bagi dewa. Sementara rakyat jelata lebih suka menukar buah kakaonya dengan barang kebutuhan sehari-hari, seperti jagung, kacang, kalkun, dsb. Tapi kalau zaman sekarang, semua orang bisa meminum minuman cokelat. Jadi ngiler, nih. Hihihi...
Oh ya, hampir lupa. Ada salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh buah kakao ini. Yaitu, ternyata olahan kakao (Cokelat) memiliki zat theobromine yang berguna untuk mengurangi stress, darah tinggi, dan penyakit jantung. Jadi menurutmu, kakao itu berisi uang atau makanan lezat? Baca selengkapnya....
Selasa, 13 Desember 2011
Elang Perut-Karat
Teman-teman, aku mau mengenalkan satu burung, yaitu burung ELANG PERUT-KARAT, apa kamu sudah kenal dengan jenis Aves ini? Kalau belum, aku kasih tau nih!
Dari segi habitat dulu ya. Elang perut-karat mendiami kawasan hutan di pinggir hutan. Di kawasan tersebut burung ini terbang mengitari wilayahnya untuk memburu mangsanya. Elang perut-karat menyerang mangsanya yang ada di permukaan tanah atau di tajuk pohon secara cepat. Di habitat aslinya, elang yang mempunyai spesies Hieraaetus kienerii ini, suka memakan/memangsa burung (termasuk ayam hutan dan merpati) dan mamalia seperti tupai.
Sekarang kita lanjut yuk, ke segi cara berkembang biaknya. Di Asia Selatan, musim berbiak burung yang berfamili Accipitridae ini, terjadi pada sekitar bulan Desember hingga bulan Maret. Induk elang perut-karat secara bergantian mengerami 1 butir telurnya pada sarang berukuran besar di tajuk tertinggi pohon hutan yang lebat.
Nah, yang terakhir aku akan menjelaskan ciri khusus dari burung ini. Sedangkan ciri-cirinya:
1) Berukuran sekitar 50 cm.
2) Memiliki jambul pendek.
3) Tubuh berwarna coklat kemerahan, hitam, dan putih.
4) Burung dewasa : mahkota, pipi, dan tubuh bagian bawah berwarna kehitaman; ekor berwarna coklat dengan garis hitam tebal dan ujung putih; dagu, tenggorokan, dan dada berwarna putih bercoret hitam; sisi tubuh, perut, paha, dan bagian bawah ekor berwarna coklat kemerahan dengan coretan hitam perut.
5) Burung remaja : tubuh bagian atas berwarna coklat kehitaman dengan bercak kehitaman pada mata; alis dan tubuh bagian bawah berwarna keputih-putihan; iris berwarna merah; paruh berwarna kehitaman; dan kaki berwarna kuning.
Udah jelas kan seputar tentang burung Elang Perut-Karat, kalau udah berarti saatnya aku mengucapkan “Alhamdulillah”. Wassalam.....
Baca selengkapnya....
Dari segi habitat dulu ya. Elang perut-karat mendiami kawasan hutan di pinggir hutan. Di kawasan tersebut burung ini terbang mengitari wilayahnya untuk memburu mangsanya. Elang perut-karat menyerang mangsanya yang ada di permukaan tanah atau di tajuk pohon secara cepat. Di habitat aslinya, elang yang mempunyai spesies Hieraaetus kienerii ini, suka memakan/memangsa burung (termasuk ayam hutan dan merpati) dan mamalia seperti tupai.
Sekarang kita lanjut yuk, ke segi cara berkembang biaknya. Di Asia Selatan, musim berbiak burung yang berfamili Accipitridae ini, terjadi pada sekitar bulan Desember hingga bulan Maret. Induk elang perut-karat secara bergantian mengerami 1 butir telurnya pada sarang berukuran besar di tajuk tertinggi pohon hutan yang lebat.
Nah, yang terakhir aku akan menjelaskan ciri khusus dari burung ini. Sedangkan ciri-cirinya:
1) Berukuran sekitar 50 cm.
2) Memiliki jambul pendek.
3) Tubuh berwarna coklat kemerahan, hitam, dan putih.
4) Burung dewasa : mahkota, pipi, dan tubuh bagian bawah berwarna kehitaman; ekor berwarna coklat dengan garis hitam tebal dan ujung putih; dagu, tenggorokan, dan dada berwarna putih bercoret hitam; sisi tubuh, perut, paha, dan bagian bawah ekor berwarna coklat kemerahan dengan coretan hitam perut.
5) Burung remaja : tubuh bagian atas berwarna coklat kehitaman dengan bercak kehitaman pada mata; alis dan tubuh bagian bawah berwarna keputih-putihan; iris berwarna merah; paruh berwarna kehitaman; dan kaki berwarna kuning.
Udah jelas kan seputar tentang burung Elang Perut-Karat, kalau udah berarti saatnya aku mengucapkan “Alhamdulillah”. Wassalam.....
Baca selengkapnya....
Langganan:
Postingan (Atom)


